blog pai poenja

APBD yang aneh #tuingtuing

Posted in Gado-Gado CampuR aduK,, by paibiopai on April 29, 2011

waktu jalan-jalan ke suatu daerah, saya menemukan hal yang menarik :

woooo,, ginian pake diatur di APBD lho..

(hmm, setelah pergi sedikit menjauh dari lokasi, baru tersadar)

he? kok APBD? (more…)

Advertisements
Tagged with: , ,

31 Desember 2010

Posted in Gado-Gado CampuR aduK,,, Merangkai Kata by paibiopai on December 31, 2010

hmm, besok udah taun depan ni.. jadi kepikiran, ngapain aje ye aye selama stahun ni, udah ngehasiliin apa aja, udah berbuat apa aja, udah berkarya apa aja,, ato malah, udah menyakiti sapa aja, udah membohongi sapa aja, udah mendustai sapa aja, udah udah udah yang lain.. astaghfirullah, banyak kesalahan yg telah dilakukan, kulakukan, kita lakukan bersama.. yuuk mari introspeksi diri tuk berbenah ciptakan resolusi taun depan..

apa resolusi taun depan ?? NIKAH ?? hihii,, (aamiin).. “wah mas, masih kecil kok udah nikah, ga takut nikah dini?”

eiiitttss,, ini ni, agar (asal) tidak menikah dini.. (more…)

Tagged with: , , ,

Did I marry the right person ??

Posted in Gado-Gado CampuR aduK,, by paibiopai on October 14, 2009

Sebuah Terjemahan Bebas dari “Did I marry the right person?”

Cerita di bawah ini sangat bagus, buat yang masih single maupun yang udah nikah. Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.

“Apakah Saya telah Menikahi Orang yang Tepat?”

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, “bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?”
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?”

Dengan sangat serius dia balik bertanya “Bagaimana anda tahu?!” “Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”

Inilah jawabanya.
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda.
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, rasanya ga sabar untuk selalu bertemu dengannya,betapa anda  merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai sikap-sikapnya yang romantis,gentle dan penuh perhatian.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan.
Ngga perlu berbuat apapun ,Makanya dikatakan “jatuh” cinta.

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta” Bayangkan ekspressi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.
Sering juga orang mengatakan bahwa Cinta itu Buta.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi,setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun perlahan memudar..
Perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.
Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang menjengkelkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis tapi malah nambahin bete yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..
Nah Lho!

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai “berhasrat” menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas.
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini, mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukkan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, dugem,nonton tv/dvd  sampe bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik, tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN
KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN, SECARA TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan.
Cinta NGGA AKAN PERNAH terjadi begitu saja.
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya.
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.

Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK….
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu físika (seperti gaya Gravitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat dan sehat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat dan awet. Ini merupakan reaksi Sebab Akibat.
Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa
“MEMBUAT” cinta bukannya “JATUH ” cinta.

Karena cinta dalam PERNIKAHAN sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN.

..:: Antara Menyegerakan dan Tergesa-gesa ::..

Posted in Gado-Gado CampuR aduK,, by paibiopai on October 7, 2009

Rasulullah menasehatkan:
“Mintalah fatwa dari hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apa yang tenteram jiwa padanya dan tenteram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa dan ragu-ragu dalam hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.”

hehe

Salah satu perkara yang perlu disegerakan adalah menikah. Begitu Islam mengajarkan. Menyegerakan bagi seorang laki-laki yang telah mencapai ba’ah adalah dengan segera meminang wanita baik-baik yang ia mantap dengannya. Ia mendatangi orangtua wanita tersebut dengan menjaga adab sambil membersihkan niat.

Rasulullah Muhammad Saw. bersabda: “Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah, lalu ia tidak menikah, maka tidaklah ia termasuk golonganku.” (HR Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi).

Nabi kita juga mengingatkan, “Bukan termasuk golonganku orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah, kemudian ia tidak menikah.” (HR Ath-Thabrani)

Sedang menyegerakan nikah bagi keluarga wanita adalah  (more…)

status YM si saiyah

Komentar Man-Teman

Emmett on What happen after death ? -pat…
yanto on pohon cabe tumbuh ga pake tana…
Ahmad Akbar on Cerita Jawa: JaKa TingkiR
itz'chal was here on Cerita Jawa: JaKa TingkiR
pulsa on postingan pertama

Archives

My Photographs on Flickr

102_2866 copyDSC00953-2 copykembang
More Photos

Blogroll

Internet Tips Download