blog pai poenja

Bertempur Tanpa Pasukan

Posted in Gado-Gado CampuR aduK,, by paibiopai on January 31, 2011

“Sugih tanpa bandha.
Digdaya tanpa hadji.
Ngalurug tanpa bala.
Menang tanpa ngasoraken.”

Meneruskan pada tulisan saya sebelumnya, tentang ajaran Sosrokartono,, kali ini, bagaimana kedamaian dapat direngkuh dengan kedamaian itu sendiri..

Bertempur Tanpa Pasukan

Ngalurug tanpa Bala” adalah merupakan sebagian kebenaran hidup yang harus dihayati dan diamalkan, karena ungkapan ini merujuk pada istilah berkarya dengan tangan sendiri. Tak perlu bantuan, tak perlu teriak-teriak meminta pertolongan, karena diri pribadi sudah dapat mengatasi apa yang dialami. Sesungguhnya musuh manusia adalah setan, baik setan manusia maupun setan dari golongan jin, maka kepada  keduanyalah manusia harus melakukan perlawanan. Sekali lagi, setan-setan itulah yang harus dilawan, diperangi, dan kalau bisa, dimusnahkan saja. Dengan bekal tekad dan keberanian yang suci, maka tak ada yang tak dapat dihancurkan, karena semua mahluk akan binasa kecuali Allah swt.

Kasih sayang dapat melunakkan musuh, dapat menolong, dapat dijadikan pelindung, dan dengan tekad asih, kita tidak akan merasa takut terhadap siapapun dan apapun.

Ingkang kula dalaken dede tekad pamrih, ananging tekad asih.”
Artinya, “Yang saya pergunakan bukan tekad pamrih, tapi tekad asih.”

Anglurug tanpa bala, tanpa gaman; Ambedhah, tanpa perang tanpa pedhang.”
Maksudnnya, mengejar (musuh) tanpa tentara, tanpa senjata; menundukkan (musuh) tanpa perang tanpa pedang. Tak perlu teman, tak perlu senjata. Hindarilah peperangan, pertarungan, atau kekerasan.

Yakinlah bahwa orang yang berjalan dengan membawa cinta kasih kepada sesama mahluk akan senantiasa mendapatkan pertolongan dan perlindungan Allah. Meskipun manusia tidak mencari masalah atau musuh, permasalahan atau musuh itu datang dengan  sendirinya dan akan meniupkan gangguan-gangguan. Akan tetapi, permasalahan dan musuh yang ada di dalam diri kita sendiri. Tekanan batin, penderitaan mental, atau nafsu-nafsu kotor yang menghuni lembah diri kita itulah permasalahan dan musuh kita yang berat lagi membahayakan, karena tak tampak tetapi dapat kita rasakan.

Nafsu-nafsu jahat yang menghuni diri manusia bermacam-macam. Nafsu-nafsu itulah yang pada umumnya membuat manusia menjadi sombong, kikir, dengki, jahat dan segala bentuk sifat buruk sering bercokol dalam dirinya, sehingga kehinaan dan kenestapaanlah yang diperoleh, bukan kemuliaan dan keselamatan. Maka, sangat elegan jika Drs. R.M.P. Sosrokartono mencetuskan
rumusan “Ngalurug tanpa Bala” yang mempunyai muatan ajaran spiritual dalam rangka menghalau segala bentuk keburukan yang ada didalam diri manusia, supaya manusia tidak menjadi hina, karena barang siapa yang dikalahkan dengan hawa nafsunya maka kehinaanlah yang akan bersanding mesra dengannya.

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. ririsuchan said, on April 19, 2011 at 5:14 pm

    Mr Sasrokartono itu siapakah?
    *oh my, Lis beneran gak ngerti😦

    • paibiopai said, on April 19, 2011 at 5:22 pm

      hehe, iya mba, klo mau baca sejarahnya ada kok di wikipedia..
      yang ga ngerti yg bagian mana mba?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

status YM si saiyah

Komentar Man-Teman

Emmett on What happen after death ? -pat…
yanto on pohon cabe tumbuh ga pake tana…
Ahmad Akbar on Cerita Jawa: JaKa TingkiR
itz'chal was here on Cerita Jawa: JaKa TingkiR
pulsa on postingan pertama

Archives

My Photographs on Flickr

kembang

DSC00953-2 copy

102_2866 copy

More Photos

Blogroll

Internet Tips Download
%d bloggers like this: