blog pai poenja

Tawuran lagi,, salah siapa??

Posted in Gado-Gado CampuR aduK,, by paibiopai on December 17, 2009

seorang siswa SMK tewas dibacok dalam tawuran antarpelajar SMA…” (Rabu, 16 Desember 2009)

Hmm, tampaknya peristiwa tawuran kembali mencuat setelah beberapa lama tidak muncul kembali. Para ‘pejuang’ dari masing-masing SMA dengan berbagai modal kenekatan dan membawa egoisme tingkat tinggi dari diri dan kelompoknya maju ke ‘medan pertempuran’. Hasilnya? Ada kelompok yang kalah dan ada kelompok yang menang. Yang menang membawa ‘kebanggaan’ kembali ke sekolahnya, memperoleh predikat sekolah yang perkasa. Yang kalah membawa dendam dan menyusun strategi berikutnya agar tidak kalah lagi pada medan pertempuran selanjutnya.

Ternyata, hanya kepuasan itu yang didapat, kepuasan terhadap predikat kemenangan atau penyelesaian terhadap masalah pribadi antara siswa beda sekolah yang dibawa dan didukung ramai-ramai oleh sekelompok massa siswa di sekolahnya masing-masing.

Apakah itu yang benar-benar bisa membuat bangga? Apakah sekolah beralih menjadi ajang menumpuk prestise dari ‘keperkasaan’ siswa-siswanya? Apakah sekolah sudah berubah dari esensi asalnya, yaitu tempat berkompetisi ilmu dan meraup sebanyak-banyaknya pengetahuan dan lifeskill? dan pertanyaan terakhir, Salah siapa ini semua dapat terjadi?

Apabila kita telusuri lebih detail, beberapa elemen sosial masyarakat terlibat secara langsung di sini: (1) siswa itu sendiri, (2) keluarga siswa, (3) sekolah (guru, karyawan, dll), (4) lingkungan sekolah (sosial antarsiswa, dan suasana kompetitif & belajar mengajar).

Siapa yang tak kenal Harry Mukti, seorang rocker jaman ’80-an, masa lalunya yang dipenuhi dengan minuman keras, narkoba, dll, yang sekarang berubah 180 derajat menjadi seorang yang berbudi baik, menjauhi dunia kelam itu, dan mendalami agama secara menyeluruh. Apa penyebab perubahan itu? Dirinya sadar (elemen 1) akan perbuatan kelamnya, mencari seorang guru/ustadz untuk membimbingnya (elemen 3), menjauhi kelompoknya yang dulu dan bergabung dengan lingkungan yang lebih baik (elemen 4), kemudian membangun keluarga dengan istri yang dapat saling mengingatkan untuk berbuat kebaikan (elemen 2).

Elemen yang disebutkan pada kisah di atas dapat dianalogikan pada elemen sosial masyarakat yang berperan dalam kehidupan siswa. Hal ini bukan saja hanya menjadi pola titik balik seseorang, namun tak pelak kita temukan hal ini adalah budaya yang dibangun oleh keluarganya. Seseorang yang berpendidikan tinggi, pintar, dan juga seorang yang alim. Saat dilahirkan, dididik oleh orang tuanya dengan baik, kasih sayang yang tinggi terhadap anaknya, tegas terhadap semua perbuatannya, menjaga lingkungan pergaulannya, dilibatkan pada institusi pendidikan yang baik, sehingga dapat memperoleh status pendidikan tinggi, berakal budi yang baik, dan memiliki pengetahuan agama yang sempurna. SEmua ini berawal dari kesadaran dan pendidikan ORANGTUA terhadap anaknya.

Bagaimana siswa menjadi sadar dan mengerti terhadap suatu hal yang baik dan buruk, bagaimana suasana keluarga yang kondusif sehingga dapat menjadi fasilitas pendidikan sosial dan agama untuk anak-anaknya, itulah peran orang tua. Guru, karyawan, dan perangkat sekolah juga orang tua yang memiliki keluarga dan anak masing-masing. Apabila semua elemen itu sadar akan perannya, maka pendidikan ini akan bergerak sangat kondusif.

Saat ini kita temukan banyak orang ‘mengeksploitasi’ anak-anaknya untuk mengamen di jalan namun orangtuanya berada di pinggir jalan menunggu setoran anak-anaknya. Banyak pula kita temukan orang tua pada keluarga kaya yang sibuk dengan urusan bisnisnya ke luar negeri, atau ibu-ibu yang hanya berkutat pada penampilan dirinya hingga sering ke salon dan tidak mau menyusui anaknya karena takut berpengaruh buruk pada tubuhnya. Mana peran orang tua di sini ? tak heran banyak anak-anaknya yang terjerat kehidupan malam, narkoba, minuman keras, dan tawuran, namun orang tuanya membiarkannya saja.

Ini membutuhkan kajian yang lebih mendalam lagi, masalah sosial di negeri kita ini sangat kompleks. Banyak elemen-elemen masyarakat lainnya yang harus berperan dan mengerti akan perannya. Apabila semua tidak peduli terhadap hal ini, AYO KITA RUSAK INDONESIA BERSAMA-SAMA !!

-mahasiswa Biologi ITB, yang menangis terhadap keadaan negerinya yang tak kunjung bangkit-

Tagged with: , , ,

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Zulaela said, on December 28, 2009 at 1:43 pm

    Waw tulisan yang bagus!
    Numpang lewat nich! Permisi!

    • paibiopai said, on December 27, 2010 at 4:40 pm

      woo,, lewat bayar pajak !!
      hehehe,, bcanda2.. silakaan..
      makasiih dah mau berkunjuung..

  2. dpujia said, on December 21, 2009 at 9:39 pm

    wo.. pai rajin euy. blogna apdet terus ^^

    • paibiopai said, on December 27, 2010 at 4:39 pm

      hahahaaa,, baru apdet lagi teeehh.. hiks
      saking sibuknya soalnya.. (sibuk males,, hihi)

  3. laila said, on December 17, 2009 at 9:24 pm

    mungkin g kalo orangtuanya dah berusaha mendidik (agama, akademis, dll) dengan baik tapi anaknya tetep nakal?

    • paibiopai said, on December 19, 2009 at 8:44 am

      nah kuwi,, kebanyakan fenomena anak seorang ustadz namun anaknya pun masih begundal (nakal, -red.),, saia g tau, apakah orang tuanya sibuk dengan “mengurus” orang lain, atau “mengurus” anak orang lain sehingga keluarganya terbengkalai, atau kontrol tegas orang tua terhadap lingkungan anak2nya yang tidak ada.. namun, faktor ortu bukan satu2 nya faktor kunci,, faktor yang menjadi kunci adalah doa tulus terhadap anak2nya dan memberikan kunci hati sesungguhnya kepada Allah swt.. wallahua’lam

  4. Mufti said, on December 17, 2009 at 8:15 pm

    mas, gito rolies sekarang berubah jadi baik? gito rolis kan wis sedo..

    • paibiopai said, on December 19, 2009 at 8:39 am

      iyo, salah wong, dudu Gito Rollies, tapi harry mukti.. rupane meh podo soale,, hhe.. suwun2 wis diilingke.. (^c^)b


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

status YM si saiyah

Komentar Man-Teman

Emmett on What happen after death ? -pat…
yanto on pohon cabe tumbuh ga pake tana…
Ahmad Akbar on Cerita Jawa: JaKa TingkiR
itz'chal was here on Cerita Jawa: JaKa TingkiR
pulsa on postingan pertama

Archives

My Photographs on Flickr

kembang

DSC00953-2 copy

102_2866 copy

More Photos

Blogroll

Internet Tips Download
%d bloggers like this: