
for further details, click below .. Read the rest of this entry »
Andai matahari, di tangan kananku,
takkan mampu mengubah yakinku, terpatri dan takkan terbeli
dalam lubuk hati..
Bilakah rembulan, di tangan kiriku,
takkan sanggup mengganti imanku, jiwa dan raga ini
apapun adanya..
Andaikan seribu siksaan,
terus melambai-lambaikan derita yang mendalam
seujung rambutpun aku takkan bimbang,
jalan ini yang kutempuh..
Bilakah ajal kan menjelang,
jemput rindu-rindu syahid yang penuh kenikmatan
cintaku hanya untukMU,
tetapkan Muslimku selalu..
Jeneng asline yaiku Mas Karebet, putra saka Ki Ageng Pengging. Jeneng mau, asale saka bapakke nanggap wayang beber ngepasi laire Jaka Tingkir. Nalika Mas Karebet umur sepuluh taun, Ki Ageng Pengging diukum pati, merga dituduh mbrontak saka Kesultanan Demak. Ora sawetara suwe ibune uga seda. Banjur Mas Karebet dipek anak dening Nyi Ageng Tingkir. Dheweke pamit marang Nyi Ageng Tingkir saperlu meguru.

Mas Karebet nyinau ilmu agama. Dheweke meguru marang Sunan Kalijaga, banjur meguru maneh menyang Ki Ageng Sela. Dening Ki Ageng Sela, diaku anak lan digandeng sedulurke karo putu-putune yaiku Ki Juru Martani, Ki Ageng Pemanahan Lan Ki Panjawi. Jaka Tingkir lunga menyang Kasultanan Demak Bintoro. Ing Demak, dheweke mangggon ing omahe Kyai Gandamustaka (pamane Jaka Tingkir) kang dadi lurah ganjur (ngurusi mesjid). Dening Sultan Trenggana, Tingkir diangkat dadi lurah wiratamtama.
Ing sawijining dina, Kesultanan Demak nganakake sayembara milih prajurit. Tingkir kang diutus mbiji. Ana salah sijining calon prajurit kang rupane ala senengane pamer lan umuk, arane Dadungawuk Jaka Tingkir kang ora seneng marang calon prajurit iku banjur nguji kasektene, tanpa dinyana, Dadungawuk tiwas sanalika. Marga saka prastawa iku, Tingkir banjur ditundung saka Demak
Jaka Tingkir banjur meguru marang Read the rest of this entry »
sebuah muhasabah (alm) ust.Rahmat Abdullah,,
Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.
Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.
Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.
Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.
Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.
Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.
Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.
Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan Read the rest of this entry »
Apakah Junglish? Jungle English… contohnya seperti di bawah ini:
Javelish.. The typical Javanese language: ‘lho’, ‘lha’, ‘tho’, ‘kok’,'ki’, etc
-Lho, I already bought that book !
-Kok, buying again ?
-I told you many times ‘tho’ !
-Lha, I didn’t know … how ki !?
-Don’t be like that, no….!?
Jakartenglish ? Jakarte English is marked by the ’sih’, ‘deh’, ‘donk’,'nih’, etc
-That book is very good, deh.
-Can you speak english?.. yeah a little sih I can!
-Use my money first nih..
-Give me more donk..
-How sih? Little little angry..
Surobenglish is marked by ‘tah’ and the famous word is ‘diancuk’
-”No fuc***g good” … is pronounced by arek Suroboyo using “No diancuk good”!
-Do you feel sick, tah ?
-How are you, Rek ?
Other exclamation words of Java : ‘wo_’, ‘wah’, ‘wé_’, ‘jian’, and ‘jé_’
-Wé_ lha this book is mine jé…!
-Wo_, only like that tho!
-Wah, expensive, tho?
-Jian, Paijem is so beautiful tenan.
Balengish ? Balinese English is marked also available such as ‘na’a',’creng”
-Don’t you say like that, na’a..
-Well, I’m available, creng..
-How are you, bli?
-Do you understand, keto…
Sundanglish is also available such as ‘atuh’, ‘euy’, ‘mah’
-Well, if that kind, it pretty so-so atuh
-It can’t be that way euy..
-I am mah, not like that… anything else ?
There are also abundant ’sound effect’ in Javanesse language.
-Suddenly, mak bedhengus den Tukiman appeared
-My head feels pain, mak cleng!
-Mak tlepok, I got a manggo !
-My chicken is suddenly died, mak cekengkeng
-Mak gedebug, Kampreté fell down.
-Mak jegagik…. Oh, trondholo !
good phrase, but Read the rest of this entry »
Andai…
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Matematika pada anakku.
Bukan agar dia hapal rumus dan tabel perkalian, tetapi agar dia tumbuh menjadi intelektual yang mampu berpikir logis dan sistematis..
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Fisika dan Kimia pada anakku.
Bukan agar dia bisa tahu segalanya, tetapi agar dia tumbuh menjadi seorang bijak yang yakin akan kebesaran Tuhan..
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Seni pada anakku.
Bukan agar dia menjadi maestro yang dipuja, tetapi agar dia bisa mewarnai sanubari orang di sekitarnya..
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Olahraga pada anakku.
Bukan agar dia menjadi incaran gadis-gadis, tetapi agar dia tumbuh tidak dengan mendewakan ego..
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Sejarah pada anakku.
Bukan agar dia hapal tahun, nama, dan jabatan, tetapi agar dia tumbuh menjadi satria merdeka yang pantang menyerah..
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Sastra pada anakku.
Bukan agar dia bisa menghitung jumlah suku kata, tetapi agar dia tumbuh menjadi cendekia yang mampu menafsirkan ideologi dalam untaian kata..
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Pendidikan Kewarganegaraan pada anakku.
Bukan dengan mendiktekan pasal undang-undang, tetapi dengan berkunjung ke Panti Asuhan..
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Geografi pada anakku.
Bukan agar dia mampu menyelesaikan peta buta, tetapi agar dia tahu betapa kayanya negeri ini..
Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Ekonomi pada anakku.
Bukan agar dia menjadi budak prinsip ekonomi (Mencari keuntungan sebesar mungkin dengan pengorbanan sekecil mungkin), tetapi agar dia tumbuh menjadi dermawan yang mau berbagi..
hmm, 10miliar untuk menanggulangi HIV/AIDS ?? ngaruh g siy ?? menurut kamu ? Read the rest of this entry »
Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu,
bertemu dalam taat kepada-Mu,
bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.
Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu.
Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong.
Yaa Allah, kabulkanlah.
Yaa Allah, dan sampaikanlah salam kepada Rasulullah, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya.
Allahumma amiin..
aku cinta kamu,,
namun, apalah aku ini yang sok ngerti tentang cinta,
cinta apa?
padahal teguran itu terus berdengung menjambak rambut, menusuk hati
padahal terus hampa yang ada saat ku jumpa denganMu..
Ya Allah, apalah hambaMu ini,,
aku terus mengemis, kasihMu untukku,,
Allah, berikanlah daku cinta..
Komentar Man-Teman Semuwah..