“seorang siswa SMK tewas dibacok dalam tawuran antarpelajar SMA…” (Rabu, 16 Desember 2009)

Hmm, tampaknya peristiwa tawuran kembali mencuat setelah beberapa lama tidak muncul kembali. Para ‘pejuang’ dari masing-masing SMA dengan berbagai modal kenekatan dan membawa egoisme tingkat tinggi dari diri dan kelompoknya maju ke ‘medan pertempuran’. Hasilnya? Ada kelompok yang kalah dan ada kelompok yang menang. Yang menang membawa ‘kebanggaan’ kembali ke sekolahnya, memperoleh predikat sekolah yang perkasa. Yang kalah membawa dendam dan menyusun strategi berikutnya agar tidak kalah lagi pada medan pertempuran selanjutnya.
Ternyata, hanya kepuasan itu yang didapat, kepuasan terhadap predikat kemenangan atau penyelesaian terhadap masalah pribadi antara siswa beda sekolah yang dibawa dan didukung ramai-ramai oleh sekelompok massa siswa di sekolahnya masing-masing.
Apakah itu yang benar-benar bisa membuat bangga? Apakah sekolah beralih menjadi ajang menumpuk prestise dari ‘keperkasaan’ siswa-siswanya? Apakah sekolah sudah berubah dari esensi asalnya, yaitu tempat berkompetisi ilmu dan meraup sebanyak-banyaknya pengetahuan dan lifeskill? dan pertanyaan terakhir, Salah siapa ini semua dapat terjadi? Read the rest of this entry »







Komentar Man-Teman Semuwah..